Rika Amalia-UTS MK Kecerdasan Buatan
UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2020/2021
UNIVERSITAS AL-KHAIRIYAH
Nama : Rika Amalia
Nim : 18020063
Kelas : 6B
1. Jelaskan teknik penyelesaian masalah yang dapat
dipakai untuk menyelesaikan permasalahan di kecerdasan buatan (AI)!
1)
Definisikan masalah dengan jelas
Pendefinisian Masalah Sebagai
Pencarian Ruang Keadaan atau “State Space Search” (SSS)
Masalah utama dalam membangun
sistem berbasis AI adalah bagaimana mengkonversikan situasi yang diberikan ke
dalam situasi lain yang diinginkan menggunakan sekumpulan operasi tertentu.
2)
Menganalisis masalah tersebut serta mencari
beberapa teknik penyelesaian masalah yang sesuai
3)
Merepresentasikan pengetahuan yang perlu untuk
menyelesaikan masalah tersebut.
4)
Memilih teknik penyelesaian masalah yang
terbaik.
2. Jelaskan
dan berikan contoh mengenai Blind Search dan Heuristic Search!
Blind Search merupakan pencarian
asal. Jika solusi sudah ditemukan, maka pencarian akan dihentikan. Jika dibuat
skemanya, pencarian buta hanya mengenal 3 bagian yaitu
[masalah]-[pencarian]-[solusi].
Contoh Studi Kasus : Pada suatu hari ada seorang petani yang
mempunyai seekor kambing dan serigala.Pada saat itu ia baru saja
panen sayuran. Karena membutuhkan uang, petani tersebut hendak menjual kambing,
serigala, dan sayurannya ke pasar Johar. Untuk sampai di pasar Johar, ia harus
menyeberangi sebuah sungai.
Permasalahannya : adalah di sungai itu hanya tersedia satu
perahu saja yang bisa memuat petani dan satu penumpang lainnya (kambing,
srigala, atau sayuran). Jika ditinggalkan oleh petani tersebut, maka sayuran
akan dimakan oleh kambing dan kambing akan dimakan oleh serigala.
Deskripsi
P =
Petani
Sy =
Sayuran
K =
Kambing
Sg = Serigala
Ruang
Keadaan
Untuk
daerah asal dan daerah seberang digambarkan. (P, Sy, K, Sg)
Keadaan
Awal
Daerah
Asal = (P, Sy, K, Sg)
Daerah
seberang = (0, 0, 0, 0)
Tujuan
Daerah
Asal = (0, 0, 0, 0)
Daerah
seberang = (P, Sy, K, Sg)
Metode Penyelesaian :
a. Berikut ini adalah algoritma
BFS :
Masukkan simpul akar ke dalam antrian Q. Jika simpul akar = simpul
solusi (goal node), maka stop.
Jika
Q kosong, tidak ada solusi. Stop
Ambil simpul v dari kepala (head) antrian, bangkitkan semua
anak-anaknya. Jika v tidak mempunyai anak lagi, kembali ke langkah 2. Tempatkan
semua anak dari v di belakang antrian.
Jika suatu simpul anak dari v adalah simpul solusi, maka solusi
telah ditemukan, kalau tidak kembali lagi ke langkah 2.
b. Menggunakan
algoritma DFS :
Masukkan
simpul akar ke dalam antrian Q. Jika simpul akar = simpul solusi, maka stop.
Jika
Q kosong, tidak ada solusi. Stop.
Ambil simpul v dari kepala (head) antrian. Jika kedalaman simpul v
sama dengan batas kedalaman maksimum, kembali ke langkah 2
Bangkitkan semua anak dari simpul v. Jika v tidak mempunyai anak lagi, kembali ke langkah 2. Tempatkan semua anak dari v di awal antrian Q. Jika anak dari simpul v adalah simpul tujuan, berarti solusi telah ditemukan, kalau tidak, kembali lagi ke langkah 2.
Heuristic
Search merupakan metode pencarian yang memperhatikan nilai heuristik
(nilai perkiraan). Teknik pencarian heuristik (heuristic searching)
merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang keadaan (state
space) suatu problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita
lakukan di sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar, dan mengesampingkan usaha yang
bodoh dan memboroskan waktu.
Contoh :“Travelling Salesman Problem (TSP)”
Seorang
salesman ingin mengunjungi n kota. Jarak antara tiap-tiap kota sudah diketahui.
Kita ingin mengetahui rute terpendek dimana setiap kota hanya boleh
dikunjungi tepat 1 kali. Misalkan ada 4 kota dengan jarak antara
tiap-tiap kota seperti berikut ini :Alur pencarian dengan Generate and
Test
|
Pencarian ke- |
Lintasan |
Panjang
Lintasan |
Lintasan
terpilih |
Panjang
Lintasan terpilih |
|
1 |
ABCD |
19 |
ABCD |
19 |
|
2 |
ABDC |
18 |
ABDC |
18 |
|
3 |
ACBD |
12 |
ACBD |
12 |
|
4 |
ACDB |
13 |
ACBD |
12 |
|
5 |
ADBC |
16 |
ACBD |
12 |
|
Dst….. |
|
3.
Jelaskan
perbedaan antara
a. Breadth First Search (BFS), Pencarian dengan Breadth First Search menggunakan teknik dimana
langkah pertamanya adalah root node diekspansi, setelah itu dilanjutkan semua
successor dari root node juga di-expand. Hal ini terus dilakukan berulang-ulang
hingga leaf (node pada level paling bawah yang sudah tidak mempunyai successor
lagi).
b. Depth First Search (DFS), Teknik pencarian dengan Depth First Search adalah dengan melakukan
ekspansi menuju node yang paling dalam pada tree. Node paling dalam dicirikan
dengan tidak adanya successor dari node itu. Setelah node itu selesai
diekspansi, maka node tersebut akan ditinggalkan, dan dilakukan ke node paling
dalam lainnya yang masih memiliki successor yang belum diekspansi.
c. Uniform Cost Search (UCS), Uniform Cost Search melakukan ekspansi node dengan nilai path yang
paling kecil. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat antrian pada successor yang
ada berdasar kepada nilai path-nya (node disimpan dalam bentuk priority queue).
d. Depth-Limited Search (DLS), pencarian menggunakan DFS akan berlanjut terus sampai kedalaman
paling terakhir dari tree. Permasalahan yang muncul pada DFS adalah ketika
proses pencarian tersebut menemui infinite state space. Hal ini bisa diatasi
dengan menginisiasikan batas depth pada level tertentu semenjak awal pencarian.
Sehingga node pada level depth tersebut akan diperlakukan seolah-olah mereka
tidak memiliki successor.
e. Iterative Deepening Search (IDS), Iterative deepening search merupakan sebuah strategi umum yang
biasanya dikombinasikan dengan depth first tree search, yang akan menemukan
berapa depth limit terbaik untuk digunakan. Hal ini dilakukan dengan secara
menambah limit secara bertahap, mulai dari 0,1, 2, dan seterusnya sampai goal
sudah ditemukan.
f. Bi-Directional Search (BDS), Pencarian dengan metode bidirectional search adalah dengan menjalankan dua pencarian secara simultan, yang satu dikerjakan secara forward dari initial state menuju ke goal, sedangkan yang satu lagi dikerjakan secara backward mulai dari goal ke initial state. Yang kemudian diharapkan bahwa kedua pencarian itu akan bertemu di tengah-tengah.
4. Berikan contoh dari kegunaan AI dalam kehidupan
sehari hari!
Conton
penerapan Artificial Intelligence di kehidupan sehari-hari yaitu Filter email
di Gmail, Google menggunakan AI untuk memastikan bahwa hampir semua email yang diterima dalam kotak masukmu bersifat asli.
Filter email di Gmail menggunakan penerapan Artificial Intelligence
untuk mengurutkan email ke dalam sejumlah kategori, yakni utama,
sosial, promosi, pembaruan, forum, dan spam. Program ini membantu mengorganisir email-mu
sehingga kamu pun lebih mudah melakukan komunikasi melalui email.
Contohnya, Gmail mengurutkan email menjadi 4 kategori tab
yang berbeda, dan mengirim email spam ke dalam folder
terpisah. Google juga mengklaim bahwa pemfilteran berbasis AI mencegah
lebih dari 99% spam masuk ke kotak masuk email-mu.



Komentar
Posting Komentar